Program Desa Devisa LPEI dan Kemenkeu dorong ekspor jahe gajah Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Upaya mendorong ekspor komoditas unggulan daerah terus digencarkan. Potensi jahe gajah dari Kabupaten Sukabumi kini mendapat penguatan melalui program Kick Off dan pendampingan Desa Devisa oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bersama Kementerian Keuangan, Kamis (30/04/2026), di Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak.
Program ini menjadi langkah strategis dalam membentuk Desa Devisa berbasis jahe gajah dengan melibatkan sekitar 30 petani dari berbagai wilayah di Sukabumi, serta didukung Koperasi Agro Sukabumi Sejahtera sebagai mitra pendamping.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/simpen-bpr-sukabumi-daftar-jadi-nasabah-kini-lebih-mudah-tanpa-antre-panjang/
Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Eximbank, Maria Sidabutar, menjelaskan jahe gajah memiliki potensi besar di pasar global, namun membutuhkan kesiapan standar ekspor.
Pendampingan tidak hanya difokuskan pada produksi, tetapi juga kualitas, kuantitas, pengemasan, hingga etika bisnis guna menjaga kepercayaan pasar internasional.
“Ketika kredibilitas sudah terbangun, maka peluang order akan terus datang. Ini yang sedang kita siapkan bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Koperasi Agro Sukabumi Sejahtera, Rizal, menyebut program ini sebagai momentum penting dalam mengembangkan potensi pertanian lokal.
Ia optimistis, dengan pendampingan berkelanjutan, komoditas Sukabumi mampu bersaing dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani.
“Pertanian bukan sekadar pekerjaan, tapi peluang besar untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya yang akrab dipanggil Kang Cece.
Sumber: @Jl10
Redaktur: Rapik Utama







