Kepala Desa Semplak, Nura Widarnang Meninjau Lokasi Longsor Tebing Penahan Tebing (TPT) / Foto : Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Tebing setinggi 15 meter di jalan lingkungan (Jaling) alternatif yang menghubungkan Desa Semplak dan Desa Priangan Jaya, tepatnya di Kampung Kabandungan RT 03/RW 08, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, mengalami longsor pada Senin (24/2/2025) sore.
Longsor terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga sore hari. Kepala Desa Semplak, Nura Widarnangti, mengatakan bahwa longsornya tebing tersebut mengakibatkan putusnya jalan sepanjang 10 meter, sehingga akses warga terganggu.
“Hujan deras yang terus mengguyur sejak siang hingga sore menyebabkan tembok penahan tebing (TPT) setinggi 15 meter di pinggir jalan longsor dan ambrol, membuat jalan alternatif ini tidak bisa dilalui,” ujar Nura saat meninjau lokasi pada Selasa (25/2/2025).
Ia menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalur penting bagi masyarakat, terutama para pekerja pabrik dan petani yang hendak menjual hasil pertanian mereka.
“Jalan ini sangat dibutuhkan oleh warga kami sebagai akses alternatif. Banyak warga yang menggunakannya untuk pergi ke pabrik dan mengangkut hasil pertanian,” tuturnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Desa Semplak telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi serta instansi terkait untuk menangani dampak longsor.
“Untuk sementara, kami meminta BPBD membersihkan material longsoran dan memasang paralon agar air bisa mengalir dengan baik,” tambahnya.
Nura juga mengimbau warga agar tidak melewati jalan tersebut untuk sementara waktu, mengingat potensi longsor susulan masih ada akibat curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut.
“Saya berharap jalan yang longsor ini segera diperbaiki oleh pihak terkait. Kami dari pemerintah desa juga akan berupaya mencari anggaran agar jalan ini bisa segera diperbaiki,” pungkasnya.
Reporter : Soni







