Home / Kabar Daerah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:35 WIB

Jeritan Pencaker & Buruh Korban Mafia Sukabumi! Terjebak Utang “KOSIPA” Berbunga Mencekik, Kini Rekrutmen Kerja Diduga Pungli

Tangkapan layar unggahan media sosial dari akun Facebook Rais Mufti Iskandar / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Nasib pencari kerja (Pencaker) dan buruh di kawasan industri Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, kian memprihatinkan. Setelah sebagian buruh terjerat utang berbunga tinggi dari koperasi simpan pinjam (KOSIPA) yang diduga beroperasi layaknya rentenir, kini muncul dugaan praktik pungutan liar (pungli) pencari kerja dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Modus jeratan utang ini terbilang sistematis. Fenomena buruh ditawari pinjaman cepat dengan bunga mencekik mencapai 20 hingga 30 persen per bulan. Sebagai jaminan, kartu ATM ditahan, dan gaji mereka otomatis terpotong saat pencairan.

Di tengah kondisi tersebut, publik kembali dihebohkan dengan viralnya unggahan media sosial dari akun Facebook Rais Mufti Iskandar. Ia membagikan tangkapan layar percakapan yang diduga mengindikasikan adanya praktik pungli dalam proses masuk kerja ke perusahaan Nike GSI.

Dalam percakapan yang beredar, terlihat pembahasan terkait “uang jasa” yang harus disiapkan pencari kerja. Bahkan, terdapat pesan suara yang diduga membahas hal serupa. Unggahan bertajuk “Chat Kerja ke GSI” itu memicu reaksi luas warganet.

“Padahal tinggal nangkap saja ini sudah jelas masuk ranah pungli kerja,” tulis Rais dalam unggahannya.

Jika dugaan tersebut benar, praktik ini menjadi ironi di tengah tingginya angka pengangguran. Alih-alih mendapatkan pekerjaan secara adil, pencari kerja justru diduga harus “membayar tiket mencekik” untuk bisa diterima kerja yang belum pasti dijamin sampai berapa lama.

Sorotan publik pun mengarah pada aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait, khususnya Dinas Tenaga Kerja, agar segera menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menyatakan keprihatinannya. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur atau memaksakan diri membayar demi pekerjaan.

“Kami akan lebih sering melakukan sosialisasi dan himbauan secara masif melalui media sosial,” ujarnya melalui seluler, Sabtu (28/3/2026).

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian, Pemerintah kecamatan Sukalarang, Desa, APINDO termasuk perusahaan yang disebut dalam unggahan masih dalam upaya konfirmasi. Jika terbukti, praktik pungli dalam rekrutmen kerja tidak hanya merugikan pencari kerja, tetapi juga mencederai integritas sistem ketenagakerjaan, hukum serta sosial di daerah.

 

Sumber: Asep M’rhe

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Insentif Guru PAUD Tidak Sesuai? GAPURA Bongkar Dugaan Masalah Teknis, DPRD Siap Bentuk Pansus

Kabar Daerah

Proyek Jalan Gudang Bikin Pedagang Meradang! Omzet Ambles 50%, Akses Bikin Pelanggan Bingung

Kabar Daerah

Viral Jalan Berlumpur di Sukabumi “Lapor Pak Dedi” KNPI & Karang Taruna Desak Perusahaan Peka 

Kabar Daerah

KAHMI Minta KCD Jabar Gercep Atasi Konflik SMK di Sukabumi dan Cegah Pungli Perpindahan Siswa

Kabar Daerah

Praperadilan Ditolak! Polisi “Menang Telak”, Kasus Kekerasan Anak di Sukabumi Lanjut ke Babak Baru

Kabar Daerah

Viral Jalan Berlumpur di Sukabumi, Warga Sebut Kang Dedi: Tagih Tanggung Jawab Proyek, Camat Gunungguruh Buka Suara!

Kabar Daerah

Darurat Pendidikan! Konflik SMK Bantargadung Memanas, Siswa Kelas 12 Dipindahkan Massal

Kabar Daerah

Kepsek Buka Fakta Sebenarnya! Bukan Disegel, Konflik Internal SMK di Sukabumi Picu Mutasi Massal Siswa