Forkompimcam Warungkiara dan Pemdes Ubrug turun kelapangan bahas isu pemotongan BLT Rp900 ribu / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Isu dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra 2025 di Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, sempat memicu kegaduhan warga. Tudingan tersebut menyebut bantuan Rp900 ribu tidak tersalurkan utuh kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Ketua RW 19, Ata Suhendra, membantah isu tersebut dan menyebutnya sebagai kesalahpahaman. Ia menjelaskan, persoalan muncul karena ada enam penerima bantuan yang telah meninggal dunia sebelum pencairan.
“Sudah kami laporkan ke kepala desa, dan dipastikan bantuan tetap bisa diterima oleh ahli waris,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Pihak desa bersama RW kemudian menelusuri dan menghubungi ahli waris, bahkan hingga luar daerah. Setelah melengkapi administrasi, proses pencairan dilakukan melalui kantor pos dengan pendampingan aparat desa.
“Semua dana sudah cair dan diterima oleh keluarga yang berhak, seperti anak atau cucu,” tegas Ata.

Ia juga menepis tudingan pemotongan dana. Bahkan, dirinya mengaku mengeluarkan biaya pribadi untuk membantu proses tersebut.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/diserbu-wisatawan-liburan-lebaran-akses-ke-pondok-halimun-sukabumi-macet/
“Saya malah rugi bensin, antar warga sampai malam pakai mobil pribadi,” ungkapnya.
Terkait adanya uang yang diberikan warga, Ata menyebut itu murni sukarela sebagai bentuk terima kasih, bukan pungutan.
Sementara itu, Pekerja Sosial Masyarakat (Puskesos) Desa Ubrug, Restu, memastikan seluruh penerima, termasuk enam nama yang sempat dipersoalkan, telah menerima bantuan.
Pemerintah desa pun berencana menggelar klarifikasi terbuka guna meluruskan informasi dan menjaga kondusivitas masyarakat.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







