BPBD Kabupaten Sukabumi bersama Forkopimcam, Pemdes dan relawan siagakan tenda darurat di depan Masjid Cijambe, Desa/ Kecamatan Bantargadung / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa/ Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi kian mengkhawatirkan. Retakan tanah yang terus bergerak menyebabkan 25 rumah dinyatakan tidak layak huni dan 60 kepala keluarga masuk kategori siaga.
Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah, mengatakan seluruh warga terdampak saat ini mengungsi ke rumah kerabat di wilayah sekitar, seperti Warungkiara, Ubrug, dan sebagian lokasi aman di Cijambe.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa bersama BPBD Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam, TNI-Polri, dan relawan telah menyiagakan tenda darurat di depan Masjid Cijambe. Namun hingga kini tenda belum ditempati karena warga memilih tinggal bersama keluarga.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/hujan-sepekan-tanah-bergerak-di-bantargadung-25-rumah-warga-terdampak/
“Pergerakan tanah terjadi terus-menerus, hampir setiap waktu. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Uus, Sabtu (28/2/2026).
Di balik bencana tersebut, pemerintah desa menyoroti aktivitas cut and fill proyek kandang sapi di sekitar lokasi. Uus meminta pengembang segera memperbaiki saluran irigasi agar aliran air hujan tidak mengarah ke zona retakan dan memperparah pergerakan tanah.
Ia mengakui pemerintah desa sempat mengeluarkan rekomendasi, namun belum mengetahui secara detail kedekatan lokasi proyek dengan permukiman warga. Temuan dua kolam penampungan air yang justru kering di musim hujan semakin menambah kekhawatiran.
Jika kondisi memburuk, opsi relokasi warga mulai dipertimbangkan. Pemerintah desa telah menyiapkan lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi di Kampung Sukamanah sebagai alternatif hunian.
“Tenda darurat tetap kami siagakan. Tanah di Bantargadung belum benar-benar diam,” pungkas Uus.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







