Ternak domba warga Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Sukabumi, Pemdes imbau warga tingkatkan Siskamling./ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Warga Kampung Lewi Waluh, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan peristiwa pencurian satu ekor domba yang terjadi pada malam hari di wilayah RT 02/RW 07.
Aksi pencurian tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya para peternak kecil yang menggantungkan hidup dari hasil ternak sebagai sumber ekonomi keluarga.
Domba yang hilang diketahui milik salah seorang warga bernama Oyot, yang berdomisili di RT 03/RW 07. Kejadian ini baru disadari korban pada Jumat pagi (20/2/2026) saat hendak memberi pakan rutin ke kandang ternaknya. Setelah dilakukan pengecekan, jumlah domba berkurang satu ekor dari kondisi sebelumnya.
- Baca Juga : https://mediaaksara.id/evaluasi-16-dapur-mbg-di-sukabumi-ipal-belum-tuntas-kerja-sama-limbah-belum-tertulis/
Menurut keterangan warga, kondisi kandang tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan mencolok. Hal ini menguatkan dugaan pelaku melakukan aksi pencurian secara senyap pada malam hari, saat lingkungan dalam kondisi sepi. Letak kandang yang tidak jauh dari permukiman warga justru membuat peristiwa ini semakin mengejutkan.
“Biasanya sore hari domba masih lengkap. Tapi pagi-pagi dicek sudah berkurang satu ekor. Diduga hilangnya malam hari,” ujar Dadang, salah seorang warga yang turut membantu mengecek kandang.
Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil yang cukup berarti. Bagi masyarakat pedesaan, ternak domba bukan sekadar aset ekonomi, melainkan juga tabungan hidup yang dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak.
- Baca Juga : https://mediaaksara.id/kritis-puluhan-dapur-mbg-di-sukabumi-disorot-bem-ptnu-temukan-dugaan-ipal-dan-amdal-sppg-belum-tuntas/
Menanggapi peristiwa ini, Kepala Desa Cipeuteuy, Purnama Wijaya, menyampaikan keprihatinannya sekaligus mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari. Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.
“Kami mengimbau warga agar lebih peduli terhadap keamanan lingkungan. Ronda malam perlu kembali diaktifkan dan ditingkatkan. Jika melihat orang atau aktivitas mencurigakan, segera laporkan,” tegas Purnama.
Pemerintah desa juga mendorong penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, warga yang memiliki ternak diimbau memperkuat pengamanan kandang, seperti memasang kunci tambahan, penerangan memadai, serta menempatkan kandang di lokasi yang mudah terpantau.
Sumber: @Asep M
Redaktur: Rapik Utama







