Home / Peristiwa

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:57 WIB

TPT Amblas, Jalan Makan Korban! BEM PTNU Sindir Proyek Jabar Istimewa, Kepala UPTD Sukabumi Tak Hadir

Aksi BEM PTNU Sukabumi Raya di Kantor UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II: Soroti proyek TPT Rp7 miliar amblas dan jalan rusak memakan korban / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Kekecewaan mendalam ditunjukkan Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Sukabumi Raya dalam aksi unjuk rasa di Kantor UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi, Senin (12/1/2026). Pasalnya, Kepala UPTD tidak hadir untuk menemui massa aksi.

Sorotan mahasiswa tertuju pada proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) Jabar Istimewa di Kampung Langkob, Desa Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, yang amblas meski baru selesai dibangun beberapa minggu. Proyek tersebut diketahui menelan anggaran sekitar Rp7 miliar.

“Kami menemukan ketidaksesuaian spesifikasi. Fondasi TPT tidak menggunakan besi sebagaimana mestinya, saluran air tidak tembus, ini bukti kegagalan konstruksi dan lemahnya pengawasan,” ungkap Koordinator Daerah BEM PTNU, Aceng Sopian.

Baca: https://mediaaksara.id/prabowo-resmikan-166-sekolah-rakyat-tegaskan-anak-bangsa-tak-boleh-minder-karena-kemiskinan/

Tak hanya itu, mahasiswa juga mengungkap kerusakan parah di ruas Jalan Lingkar Selatan (Lingsel), khususnya Jalan Letkol Edi Soekardi, yang disebut telah memakan korban. Seorang warga dilaporkan terjatuh akibat lubang besar tanpa rambu peringatan, sementara kerusakan jalan kerap kembali muncul hanya beberapa hari setelah diperbaiki.

“Ditambal hari ini, tiga sampai enam hari kemudian rusak lagi. Ini menunjukkan pemeliharaan asal-asalan,” tegas Aceng.

Senada disampaikan Pengurus BEM PTNU Nasional, Muhammad Solehudin, yang menyayangkan absennya Kepala UPTD Wilayah II Sukabumi. Menurutnya, pimpinan UPTD tidak bisa lepas tangan, mengingat rekam jejak jabatan kepala UPTD yang sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Baca: https://mediaaksara.id/sekda-sukabumi-dan-kadis-pu-monev-jalan-rusak-dan-drainase-di-palabuhanratu-jadi-prioritas-perbaikan/

“PPK berperan sejak perencanaan hingga pengawasan proyek. Jadi sangat tidak logis jika hari ini lepas dari tanggung jawab,” ujar Solehudin.

Mahasiswa pun memberikan tenggat waktu 3×24 jam kepada pihak UPTD untuk memberikan klarifikasi dan respons resmi. Jika tidak, BEM PTNU memastikan akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar.

Sementara itu, Kepala Sub Pemeliharaan Rutin UPTD Wilayah II Sukabumi, Ajat Sudrajat, menyatakan aspirasi mahasiswa akan dijadikan bahan evaluasi internal. Ia mengklaim pihaknya akan melakukan pengecekan lapangan terkait TPT bermasalah dan menyebut faktor cuaca sebagai salah satu penyebab kerusakan jalan.

 

Sumber: @D3ns

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Bangun TK di Sukabumi

Peristiwa

Pengendara Motor Meninggal Mendadak Usai Terjatuh, Mulut Berbusa, Polres Sukabumi Selidiki Penyebab Kejadian

Peristiwa

Kebakaran Alang-alang di Gunungguruh Dipicu Pembakaran Sampah, Damkar Cisaat Berhasil Jinakkan Api

Peristiwa

Dua Pelajar Pemain Drumben Kadudampit Tewas Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Peristiwa

Tega! Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kantong Hitam di Sungai Cipelang Sukabumi, Polisi Selidiki Pelaku

Peristiwa

PMI Asal Sukabumi Terlantar di Dubai, Diduga Korban TPPO usai Kecelakaan Kerja

Peristiwa

Identitas Mr X Terungkap! Tim Gabungan Polres Sukabumi Ringkus Terduga Pelaku

Peristiwa

Pencuri Motor Beraksi Saat Pemilik Tidur, Honda Beat Street Hilang dari Teras Rumah di Nagrak