Home / Kabar Daerah

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:11 WIB

Nekat Palsukan Lima Tanda Tangan Pejabat, Bendahara Desa Ciheulang Tonggoh Kabur, Diduga Gelapkan Rp561 Juta, Cek Modus Pelaku! 

Kepala Desa Ciheulang Tonggoh,Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Mulyadi diwawancara awak media / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 mengguncang Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Oknum bendahara desa berinisial R diduga menggelapkan dana desa sekitar Rp561 juta dan kini tidak diketahui keberadaannya atau diduga kabur.

Kepala Desa Ciheulang Tonggoh, Mulyadi, mengaku terkejut atas peristiwa tersebut. Ia menyebutkan dugaan penggelapan baru terungkap setelah bendahara tidak masuk kerja dan sulit dihubungi sejak 5–6 Desember 2025.

“Saya juga kaget, shock sebenarnya. Pas saya konfirmasi, dari tanggal 5 sampai 6 Desember 2025, dia tidak ada. Telepon tidak aktif dan tidak bisa dihubungi,” ujar Mulyadi kepada awak media saat ditemui di Kantor Desa Ciheulang Tonggoh.

Baca:https://mediaaksara.id/pergeseran-tanah-terjang-desa-bojonggaling-bantargadung-empat-rumah-ambruk-dan-warga-mengungsi/

Kecurigaan semakin menguat setelah pihak desa membuka Sistem Keuangan Desa (Siskudes) dan melaporkannya ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Dari hasil pengecekan, dana desa diketahui telah habis digunakan tanpa sepengetahuan pemerintah desa.

“Ternyata uang sudah digunakan semuanya oleh dia. Mulai dari insentif RT/RW, program ketahanan pangan, sampai berbagai kegiatan lainnya,” ungkapnya.

Mulyadi menyebutkan total dana yang diduga disalahgunakan mencapai Rp561 juta, dengan aliran dana langsung masuk ke rekening pribadi bendahara.

“Dana itu tidak mengalir ke desa, tapi langsung ke rekening dia,” tegasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/menang-hingga-ma-warga-pasirluyu-masih-hadapi-tantangan-eksekusi-tanah/

Fakta mengejutkan terungkap saat proses pemeriksaan oleh pihak kejaksaan. Menurut Mulyadi, bendahara tersebut mengaku bertindak sendiri tanpa melibatkan unsur pemerintahan desa.

“SPJ yang dibuat masing-masing memiliki cap Bendahara Desa, BPD, Sekdes, BUMDes, Kades, b@hkan cap Camat. Padahal cap dan tanda tangan itu dipalsukan sendiri oleh yang bersangkutan,” katanya dengan nada kesal.

Kades juga mengakui adanya unsur kelalaian pribadinya karena terlalu mempercayai bend@hara yang telah bekerja selama dua tahun.

“Ini mungkin kebodohan saya, terlalu percaya. Dia orang lama, tid@k ada kecurigaan sebelumnya. Aturan juga menyebutkan bendahara dan sekdes tidak bisa diganti sebelum dua tahun, mungkin ini kebodohan saya,” ucapnya.

Baca: https://mediaaksara.id/lapas-kelas-iib-sukabumi-raih-predikat-wbk-2025-bukti-konsistensi-bangun-birokrasi-bersih/

Hingga kini, keberadaan bendahara berinisial R masih belum diketahui. Pemerintah des@ menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami juga korban. Keuangan desa terganggu dan ini menyangkut u@ng negara. Proses pemeriksaan Inspektorat masih berjalan,” pungkas Mulyadi.

Sementara itu, Camat Cibadak serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ciheulang Tonggoh telah dikonfirmasi mel@lui sambungan seluler, namun hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan resmi.

 

Sumber : @ Wahyu tm

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kumis Ucing, Warisan Obat Tradisional dari Pekarangan Desa Penyangga Halimun

Kabar Daerah

Konferensi PWI Sukabumi 2026 Makin Dekat, Jabar Turun Tangan Kawal Suksesi Kepemimpinan

Kabar Daerah

Tak Sekadar Masak! Dinkes Sukabumi Latih Penjamah Makanan SPPG Demi Standar Nasional

Kabar Daerah

Sekolah Rusak, Harapan 57 Pelajar: Begini Potret SDN Kaum Hegarmanah Sukabumi

Kabar Daerah

UMKM Lokal Naik Kelas: S&F Shoes Sukabumi Tawarkan Sandal Berkualitas Harga Bersaing

Kabar Daerah

HHBK Dongkrak Ekonomi Desa: Madu Trigona hingga Kopi Cipeuteuy Mulai Dilirik Pasar

Kabar Daerah

Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Petani Sukabumi Justru Terima Setengahnya, Ada Apa di Balik Rantai Distribusi?

Kabar Daerah

Operasi Lebih Aman di RSUD Jampangkulon, Peran Dokter Anestesi Jadi Kunci Keselamatan Pasien