Home / Sosial Ekonomi

Jumat, 21 Februari 2025 - 16:18 WIB

Puluhan Ibu Rumah Tangga Antre Bansos PKH 600 Ribu di Agen Bank, Biaya Admin Jadi Perhatian

Puluhan Ibu Rumah Tangga Antre Bansos PKH 600 Ribu di Agen Bank / Foto : Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Puluhan Ibu Rumah Tangga (IRT) tampak antusias mengantre untuk mengambil bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di salah satu agen Bank BNI yang berlokasi di Kampung Legok Picung, RT 01/RW 08, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Dari pantauan awak media, Bansos yang dicairkan ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan ini cair setiap tiga bulan sekali.

“Alhamdulillah, PKH sudah cair pada pertengahan bulan ini,” ujar Endah Hamidah (57), salah satu KPM, Kamis (20/02/2025).

Endah mengaku telah menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu, dengan biaya administrasi sebesar Rp10 ribu saat melakukan penarikan di agen BNI.

“Admin bank cuma Rp10 ribu di sini. Lumayan daripada ke ATM BNI, karena kalau naik ojek dari rumah saya, ongkosnya bisa mencapai Rp20 ribu,” terangnya.

Endah juga merasa bersyukur karena adanya agen bank di dekat tempat tinggalnya, sehingga uang bantuan bisa langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sementara itu, Anto, agen NSC Gilang dari BNI, menjelaskan bahwa biaya administrasi penarikan bantuan bagi penerima PKH bervariasi, tergantung nominal yang diambil.

“Untuk penarikan di bawah satu juta rupiah, penerima PKH dikenai biaya admin antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per transaksi,” jelasnya.

Senada dengan itu, Ketua Kelompok KPM PKH di Kampung Kamandoran, Wiwin (45), mengimbau anggotanya untuk selalu mengecek saldo di agen atau ATM terdekat guna memastikan dana sudah masuk ke rekening masing-masing.

“Saya hanya menginformasikan kepada anggota agar mereka mengecek saldo sendiri. Tidak ada paksaan untuk mengambil di agen tertentu, yang penting cari yang terdekat, murah, dan mudah,” ujarnya.

Wiwin juga menegaskan bahwa kelompoknya tidak mewajibkan anggotanya untuk mengumpulkan uang kas bulanan, meskipun ada pertemuan rutin yang wajib dihadiri oleh seluruh anggota setiap bulan.

“Di kelompok kami tidak ada pungutan uang kas, meskipun ada pertemuan bulanan yang wajib dihadiri oleh semua KPM,” pungkasnya.

Reporter : Anggita ZA. Rahman

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

PLN UID Jabar Bukukan Capaian Besar, Ribuan Masyarakat Terbantu Program TJSL 2026

Sosial Ekonomi

PLN UP3 Sukabumi dan YBM PLN Gelar GEMA SUBUH, Tebar Kepedulian Lewat Gerakan Berbagi di Waktu Penuh Berkah

Sosial Ekonomi

Program Ganti Atap Rumah Wartawan Berlanjut, Editor Media Online di Sukabumi Terima Bantuan Renovasi

Sosial Ekonomi

PLN Indonesia Power Gandeng Koperasi IKM Palabuhanratu, Puluhan UMKM Didorong Naik Kelas dan Tembus Pasar Sukabumi

Sosial Ekonomi

Tinjau Progres Program Rutilahu, Camat Jampangkulon Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Sosial Ekonomi

PLN Sukabumi Salurkan Bantuan Ekonomi dan Kesehatan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Sosial Ekonomi

Paguyuban UMKM Sukaraja Gelar Bazar Sembako Murah, Dorong Ekonomi Warga dan Produk Lokal

Sosial Ekonomi

PLN UP3 Sukabumi Salurkan Bantuan Material Pembangunan Yayasan Darul Ibtida Warnasari