Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Eki Radina fokus pemulihan bencana dan wacana relokasi warga terdampak longsor di Cisolok dan Cikakak / Foto: Mediaaksara
MEDIAAKSARA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi terus melanjutkan penanganan pasca bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah Cisolok dan Cikakak. Setelah m@sa tanggap darurat resmi berakhir pada 31 Oktober 2025, kini daerah tersebut memasuki tahap pemulihan dan relokasi warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radina, kepada Mediaaksara menjelaskan kondisi masyarakat mulai berangsur pulih. Warga sudah kembali beraktivitas dan turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pemulihan sementara di wilayah terdampak.
“Sekarang alhamdulillah sudah masuk masa pemulihan. Sebagian masyarakat mulai beraktivitas dan memb@ntu kegiatan pembangunan, walaupun masih bersifat sementara,” ujar Eki Radina, Senin (10/11/2025) .
Baca:https://mediaaksara.id/perhutani-kph-sukabumi-dan-iik-salurkan-bantuan-korban-bencana-di-cisolok/
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, BPBD telah menyalurkan bantuan beronjong ke sejumlah titik rawan di Kecamatan Cisolok dan Cikakak. Melalui koordinasi dengan pihak PSDA dan BBWS, sebanyak 800 unit beronjong tel@h disalurkan untuk memperkuat tanggul serta menahan potensi banjir dan longsor susulan.
Selain itu, dukungan dari tokoh masyarakat juga sangat membantu. ” Alhamdulillah kami juga mendapat bantuan pinjaman alat berat ekskavator dari Pak Kiai Ponpes Assalam, yang digunakan untuk pengerukan di pintu masuk air. Walaupun itu di luar kewenangan kami, namun karena urgensi, langkah ini s@ngat dibutuhkan untuk mengurangi risiko banjir susulan,” tambahnya dikediaman Bupati Sukabumi.

Lebih lanjut, Eki mengungkapkan pihaknya tengah mempersiapkan wacana relokasi bagi sekitar 15 rumah warga yang rusak berat dan berada di zona rawan longsor. Beberapa di antaranya berada di Desa Sukarame Cisolok dan wilayah Cikakak yang mengalami kerusakan parah.
Namun, proses relokasi tersebut masih terkendala lahan yang akan digunakan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap).
“Ada beberapa pihak yang siap membantu membangun huntara atau huntap, tetapi masih terkendala mas@lah tanah. Kami sedang menunggu asesmen dan akan berkoordinasi dengan pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan Perhutani, karena sebagian wilayah yang direncanakan merupakan kawasan milik mereka,” jelasnya.
Untuk mempercepat proses tersebut, BPBD juga akan melibatkan DPTR Kabupaten Sukabumi agar komunikasi dengan instansi terkait berjalan lebih efektif.
Eki menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan pasca bencana. Pemerintah berharap upaya relokasi dan pembangunan sementara ini dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga yang terdampak bencana.
Redaktur: Rapik Utama







