Home / Sosial Ekonomi

Senin, 10 Februari 2025 - 21:16 WIB

Kupat Sayur Pak Tamim, Kuliner Legendaris Sukabumi Sejak 1970

Kupat Sayur Pak Tamim, Kuliner Legendaris Sukabumi Sejak 1970 / Foto: Rapik Utama

MEDIAAKSARA.ID – Salah satu kuliner khas Sunda yang masih bertahan sejak 1970 adalah Kupat Sayur Pak Tamim. Warung sederhana ini berlokasi di seberang RS Betha Medika, tepatnya di Jalan Raya Cibaraja, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Keunikan dan Cita Rasa Jadul Kupat Sayur Pak Tamim tetap mempertahankan cara masak tradisional. Kuah sayur dimasak dalam buleng (panci besar) menggunakan kompor minyak tanah, menghadirkan rasa autentik yang khas. Dengan harga Rp10.000 per porsi, pelanggan sudah bisa menikmati sajian lezat yang menggugah selera.

Dalam setiap porsinya, kupat sayur ini berisi ketupat, kuah santan kaya rempah, irisan bawang goreng, sayur labu, tempe, kol, tetelan daging, sayur gamas, kerupuk, kecap, dan sambal, semuanya tersaji hangat dalam mangkuk.

Adalah, Saepuloh (68), yang akrab disapa Abah Kupat, merupakan generasi ketiga dari pendiri usaha ini, almarhum Tamim. “Dulu, Bapak saya berjualan di simpang jalan Cagak Cibaraja, lalu pindah ke lokasi sekarang sekitar tahun 1995,” kenangnya dihadapan sang Istri, I’ah Baliah, Warga Kp. Cibaraja, RT. 01/RW.01, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat.

Saat Abah masih sekolah di Madrasah MBB, Kampung Cibaraja, pada 1979, satu porsi kupat sayur hanya seharga Rp500. Ada juga pelanggan yang menyebutnya sebagai Kupat Sayur Doclang, meskipun asal-usul nama itu tidak diketahui pasti.

Saat ini, Kupat Sayur Pak Tamim buka dua sesi, pagi pukul 07.00 – siang dan sore pukul 15.00 – malam. Jika sedang sepi pembeli, warung bisa bertahan hingga pukul 23.00-24.00 WIB.

Namun, Abah mengakui bahwa penjualan tidak seramai dulu. Jika sebelum pandemi bisa habis 300 ketupat per hari, kini hanya sekitar 120-130 ketupat. Untuk ketupat, Abah dan istrinya membuat sendiri agar kualitas tetap terjaga.

Harga ketupat sayur bertahan di Rp10.000 per porsi, sementara satu ketupat utuh dijual Rp4.000. Meski biaya bahan pokok terus naik, seperti minyak tanah Rp21.000/liter dan beras Rp14.000/kg, Abah tetap berusaha menjaga cita rasa tanpa menaikkan harga secara berlebihan.

Kupat Sayur Pak Tamim pernah mendapat pesanan besar saat Lebaran, seperti dari Pak Bupati Marwan senilai Rp2,5 juta untuk 250 porsi. Abah berharap kelak Bupati Sukabumi terpilih, Pak Asep Japar, juga mau memesan kupat sayur legendaris ini untuk acara-acara besar, seperti yang dilakukan oleh pemimpin sebelumnya.

“Saya selalu mengingatkan anak-anak yang membantu jualan, jangan mengecewakan pelanggan dan jangan sekali-kali menggetok harga. Cita rasa harus tetap dipertahankan,” pesan Abah Kupat.

Meskipun tantangan semakin besar, Kupat Sayur Pak Tamim tetap berusaha bertahan sebagai warisan kuliner khas Sukabumi yang melegenda sejak 1970.

Reporter : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

PLN dan YBM PLN Sukabumi Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kadudampit

Sosial Ekonomi

156 Anak dari 30 Kecamatan Ikuti Khitanan Massal HJKS ke-156 di Pendopo Sukabumi ‎

Sosial Ekonomi

Polsek Jampangkulon Rutin Jumat Berbagi, Bagikan Nasi Box ke Warga

Sosial Ekonomi

PLN Sukabumi Kirim Bantuan ke NTT, Trauma Healing Jadi Dukungan bagi Anak Korban Bencana ‎

Sosial Ekonomi

Tagana Dinsos Asesmen Rutilahu Ibu Jijah di Ciambar, Dorong Penanganan dan Bansos bagi Warga Rentan di Sukabumi

Sosial Ekonomi

Bedah Rutilahu DPU Sukabumi di Gegerbitung, Kades Caringin dan Camat Apresiasi Giat Sosial Hari Bakti PU  ‎

Sosial Ekonomi

Bantuan Sosial Bah Jumha Disalurkan PDIP Sukabumi, Warga Soroti Rumah Tak Layak Huni

Sosial Ekonomi

Rumah Ludes Terbakar di Cikembar, Uang Rp5 Juta dan Motor Hangus: Jahid Berharap Hikmah Bisa Bangun Rumah Lagi