Reses Ke-1 Ketua Komisi IV DPRD Kab.Sukabumi Ferry Supriyadi / Foto:Dde
MEDIAAKSARA.ID – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, Ferry Supriyadi, menggelar Reses Ke-I Tahun Sidang 2025 di DTA Sirojul Al Fal, Kampung Cipetir, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (6/2/2025).
Reses Ke-1 Ferry Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi turut dihadiri oleh Kepala Desa Sukamulya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemuda setempat.
Dalam sesi diskusi, Ferry Supriyadi menyoroti salah satu permasalahan utama yang dihadapi warga Cikembar, yaitu kesulitan mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Cikembar
“Masyarakat Cikembar merasa seperti tamu di wilayahnya sendiri, hanya menjadi penonton di kampung halaman. Padahal, sesuai peraturan gubernur, setiap perusahaan wajib memprioritaskan warga sekitar dalam perekrutan tenaga kerja. Namun, kenyataannya masih ada perusahaan yang belum menjalankan aturan ini,” tegas Ferry.
Menanggapi keluhan tersebut, Ferry berjanji akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan memanggil pihak terkait, baik melalui asosiasi perusahaan maupun langsung ke perusahaan-perusahaan di wilayah Cikembar.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk mengundang seluruh perusahaan agar lebih terbuka dalam memberikan kesempatan kerja bagi warga lokal yang masih menganggur,” tambahnya.
Selain isu ketenagakerjaan, dalam reses ini warga juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Desa Sukamulya, Dudun Ibrahim, mengapresiasi kehadiran dan perhatian Ferry terhadap permasalahan di desanya.
“Kami berharap aspirasi masyarakat ini dapat segera ditindaklanjuti demi kemajuan Desa Sukamulya dan Kecamatan Cikembar secara keseluruhan,” ujar Dudun.
Dudun pun berharap reses ini menjadi langkah awal bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang ketenagakerjaan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Reporter: Dde







