Konferensi PWI Kabupaten Cirebon dihadiri Ketua PWI Jawa Barat / Foto: Istimewa
CIREBON, MEDIAAKSARA.ID — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Tantan Sulthon mengingatkan wartawan agar tidak terjebak mengejar kecepatan dalam menyampaikan informasi tanpa memastikan kebenarannya.
Di tengah derasnya arus informasi dan fenomena post-truth, wartawan dituntut tetap mengedepankan verifikasi, keberimbangan, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.
Hal itu disampaikan Tantan saat menghadiri Konferensi PWI Kabupaten Cirebon di Ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (7/10/2026).
Menurut Tantan, produk jurnalistik harus mampu menghadirkan informasi yang utuh, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
”Kalau kita larut dengan hal-hal urusan kecepatan tanpa memverifikasi informasi, tanpa menyaring apakah informasi itu benar, apakah hoaks atau post-truth, siapa lagi yang akan mengawal sumber informasi yang utuh sesuai kode etik,” kata Tantan.
Baca Juga :
Diduga Lecehkan Perempuan di Jalan A. Yani, Pria di Sukabumi Diamankan
Ia menilai kebutuhan masyarakat dan pemerintah terhadap informasi yang utuh semakin besar. Karena itu, wartawan memiliki posisi penting dalam memilah informasi dengan tetap berpegang pada kaidah jurnalistik, termasuk prinsip cover both sides atau keberimbangan.
Tantan juga menegaskan seiring kemitraan antara wartawan dan pemerintah tidak berarti menjadikan pers sebagai corong pemerintah. Menurutnya, pers tetap memiliki fungsi kontrol dan harus menjadi penyeimbang dalam penyelenggaraan pemerintahan.
”Ketika wartawan bermitra dengan pemerintah bukan berarti kita menjadi corong, tapi kita harus menjadi penyeimbang. Kita memiliki peran penting,” ujarnya.
Selain itu, Tantan mengingatkan wartawan agar tidak menjadikan viralitas sebagai orientasi utama dalam menghasilkan karya jurnalistik. Setiap pemberitaan, kata dia, harus mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat.
Hal-hal positif perlu disampaikan kepada publik, sementara kebijakan atau persoalan yang dinilai kurang baik tetap dapat dikritisi secara konstruktif. Wartawan juga diminta tidak memberitakan seseorang secara negatif hanya karena alasan subjektif atau ketidaksukaan pribadi.
Baca Juga :
”Jangan sampai karena kita tidak suka dengan seseorang, kemudian semua yang berkaitan dengan orang tersebut diberitakan jelek. Kita harus tetap berpegang pada prinsip keberimbangan,” katanya.
Tantan berharap PWI Kabupaten Cirebon ke depan mampu melahirkan kader-kader wartawan yang turut mengambil peran dalam pembangunan daerah. Kemitraan dengan pemerintah juga diharapkan terus dijaga agar informasi pembangunan dan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik.
”Wartawan punya karya, pemerintah punya agenda pembangunan, masyarakat punya aspirasi. Itu yang harus terus kita kawal,” ujarnya.
Baca Juga :
SDN Cimanggu 2 Sukamulya Dikabarkan Akan Direlokasi, Pihak Sekolah: Belum Ada Informasi Resmi
Konferensi PWI Kabupaten Cirebon turut dihadiri Sekretaris Umum PWI Jawa Barat Sandy Ferdiana, Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Hendra Nirmala.
Dalam konferensi, Mamat Rakhmat terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Kabupaten Cirebon.
Pada penutupan konferensi, Sandy Ferdiana berharap semangat dan antusiasme PWI Kabupaten Cirebon dapat menjadi energi positif bagi organisasi PWI di kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat.
”Semoga semangat dan antusiasme PWI Cirebon bisa menular ke kota dan kabupaten lain. Di bawah kepemimpinan Kang Rakhmat, PWI Cirebon harus semakin maju dan terus berprestasi, termasuk menyelesaikan berbagai pembenahan yang belum disempurnakan,” kata Sandy.
Sumber: N-Muhammad Taufik/Republika
Redaktur: Rapik Utama







