Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri Subandi / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Akbar ke-10 KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Azzainiyyah, Kampung Sinar Barokah, Desa Perbawati, Kabupaten Sukabumi, Jumat (29/8/2025) atau bertepatan dengan 5 Rabiul Awwal 1447 H.
Acara hari ke 3 dirangkaikan dengan Milad ke-45 Ponpes Azzainiyyah, Milad ke-15 Iqomah Nusantara, serta Muktamar ke-2 Iqomah Nusantara. Rangkaian kegiatan dihadiri sejumlah tokoh agama dari Indonesia maupun Malaysia, serta Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi.
Pimpinan Ponpes Azzainiyyah, Dr. KH. Aang Abdullah Zein, menyampaikan rasa syukur atas keberkahan silaturahmi yang senantiasa mengalir dari perjuangan almarhum KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab.
“Salam Mubarokah, kami selalu berdoa semoga Pangersa Umi senantiasa dilimpahkan keberkahan serta umur panjang. Alhamdulillah, khazanah perjuangan Uwa Zezen bahkan sampai ke negeri Malaysia. Semoga acara membawa keberkahan dan manfaat, serta doa para guru dan kiai kelak para santri sebagai penerus perjuangan Uwa Zezen,” ujar KH. Aang.

Pimpinan Ponpes Azzainiyyah, Desa Perbawati, Kabupaten Sukabumi, Dr. KH. Aang Abdullah Zein / Foto: MediaAksara
Dalam kesempatan itu, Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri Subandi atau akrab disapa Bima, turut mengungkapkan rasa haru dan bangga bisa hadir serta memberikan sambutan pada haul tersebut.
Klik video live streaming : https://www.facebook.com/share/v/14HUS8x3wH5/
“Saya terharu dan bangga bisa hadir dalam Haul Akbar Pangersa Uwa. Semasa hidupnya, beliau banyak memberikan pelajaran berharga, terutama tentang pentingnya doa, syukur, dan sabar. Beliau juga kerap mengingatkan bahwa yang paling dekat dengan kita adalah kematian, yang paling jauh adalah waktu, dan yang paling sulit dilakukan adalah shalat,” tutur Bima.
Bima menambahkan, KH. Zezen merupakan sosok ulama kharismatik yang konsisten berjuang menegakkan syariat Islam di Sukabumi. Ia menjadi penggerak Penegakan Syariat Islam yang tahun 2025 sudah ke 24, seperti kewajiban hijab di sekolah, majelis ta’lim aparatur, Jumat Sedekah, Gerakan Seribu Sehari (Saburi), serta shalat subuh berjamaah tepat waktu.
“Beliau tidak hanya meninggalkan ilmu, tapi juga warisan seni. Bahkan lagu ciptaan beliau, Himne dan Mars Sukabumi, selalu dinyanyikan dalam setiap kegiatan resmi pemerintah daerah,” tambahnya.
Seiring dengan visi misi Sukabumi yang dicanangkan sejak era Bupati Maman, Sukma Wijaya, Marwan Hamami, hingga Asep Japar, dedikasi keilmuan KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab tetap menjadi ruh perjuangan umat di Indonesia serta luar negeri.
Redaktur: Rapik Utama







