Wawancara awak media bersama Kepala Dishub Kota Sukabumi Iskandar menyatakan akan Benahi Parkir, 289 Jukir Bakal Dibina / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi terus membenahi tata kelola perparkiran, mulai dari optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembinaan juru parkir (jukir), hingga rencana pemanfaatan teknologi digital.
Kepala Dishub Kota Sukabumi, Iskandar, mengatakan pembenahan dilakukan dengan tetap memperhatikan batas kewenangan dalam pengelolaan perparkiran. Menurutnya, koordinasi dapat dilakukan ketika berada di wilayah lain, namun pemungutan tetap harus sesuai dengan kewenangan masing-masing daerah.
”Misalnya lagi di Cianjur kita tetap koordinasi, tapi tidak boleh. Kita boleh mengatur, tapi tidak boleh mengambil atau memungut,” ujar Iskandar, Senin (28/9/2026).
Ia menegaskan, Dishub Kota Sukabumi akan mengikuti arahan pemerintah daerah dalam mengelola potensi parkir secara transparan dan bertanggung jawab. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung optimalisasi PAD.
”Insyaallah kita doa bersama sesuai dengan arahan pimpinan Pemda. Karena Pemda juga pimpinan kami, kita harus berupaya transparan. Kita jangan lagi mengganggu PAD, kita tingkatkan PAD Kota Sukabumi,” katanya.
Baca Juga :
Muskorda IJTI Sukabumi Raya Sukses, PWI Siap Kolaborasi Perkuat Ekosistem Pers
Iskandar juga melihat perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat sebagai salah satu potensi yang dapat mendukung pengelolaan parkir. Pertumbuhan UMKM, kafe, tempat rekreasi dan pusat aktivitas masyarakat dinilai dapat menciptakan titik-titik parkir baru.
”Mudah-mudahan ke depan tahun 2027 kalau sudah masuk ke Kota Sukabumi, mudah-mudahan Kota Sukabumi semakin ramai, banyak tempat UMKM, salah satunya mungkin kafe-kafe atau tempat rekreasi, mungkin ada penambahan lagi,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta pengelolaan potensi parkir tidak hanya berfokus pada satu kawasan. Ruas jalan maupun aset yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Sukabumi perlu diidentifikasi dan dioptimalkan sesuai potensi masing-masing.
”Jadi jangan terpaku sama satu titik saja. Ada potensi-potensi baru di jalan milik Pemda Kota Sukabumi, kita optimalkan, kita maksimalkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Sukabumi, Arif Senjaya, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sosialisasi sekaligus pembinaan bagi para juru parkir.
Baca Juga :
Pembinaan tersebut akan menyasar sekitar 289 jukir yang beraktivitas di Kota Sukabumi. Salah satu materi yang ditekankan adalah etika dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
”Rencana di tahun ini kita akan mengadakan pertemuan juga untuk sosialisasi. Karena jumlah jukir di Kota Sukabumi ada 289 jukir. Jadi di tahun sekarang kami akan melaksanakan sosialisasi, salah satunya pembinaan juga arahan, bahwa benar customer itu harus kita jadikan raja,” kata Arif.
Arif juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih terdapat pelayanan parkir yang dinilai kurang nyaman. Ia memastikan evaluasi dan pembinaan akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
”Mohon maaf juga kami terhadap masyarakat Kota Sukabumi, khususnya pada customer, pada masyarakat atas ketidaknyamanannya. Mudah-mudahan kami akan perbaiki itu. Kami akan sosialisasikan bahwa customer atau pengunjung ke Kota Sukabumi adalah raja,” ujarnya.
Baca Juga :
Disdik Kabupaten Sukabumi Bantah Isu Keretakan Kadis dan Sekdis: Informasi Hoaks Tidak Berdasar!
Menurut Arif, peningkatan kualitas pelayanan jukir menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan pengalaman yang baik bagi masyarakat maupun pengunjung Kota Sukabumi.
”Kita manfaatkan Kota Sukabumi ini sebagai juga di semboyannya, Sukabumi itu kota kenang-kenangan, jadi jangan dilupakan,” tuturnya.
Selain pembinaan jukir, Dishub Kota Sukabumi juga mulai menyiapkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan parkir.
Arif menjelaskan, sejumlah hal yang berkaitan dengan opsi atau aset tertentu berada di luar kewenangan UPTD Parkir. Namun, dari sisi pengelolaan perparkiran, pihaknya telah merencanakan optimalisasi teknologi digital.
”Kalau option ada di bagian aset, kami tidak masuk ke option itu. Insyaallah kami maksimalkan rencana ke depan untuk pengoptimalan menggunakan IT atau digital, tapi kita sudah merencanakan itu,” pungkasnya.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama







