Kisah inspiratif Parid Parnudin di Kabandungan Sukabumi yang diam-diam menanam dan membagikan bibit pohon demi menjaga hutan dan mencegah bencana di Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID — Dikampung Ciaul, Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Parid Parnudin masih sibuk merapikan bibit di polybag. Padahal, tugasnya sebagai penyuluh pertanian swadaya di BPP Kabandungan telah usai sejak siang.
Namun bagi Parid, menanam bukan sekadar pekerjaan, melainkan upaya menjaga masa depan. Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi lereng yang kian rentan longsor dan minim tutupan vegetasi, ia mulai membangun pembibitan secara mandiri.
“Kalau tanam di sawah untuk panen, tapi kalau tanam pohon untuk bertahan,” ujarnya pada Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: https://mediaaksara.id/pengendara-x-ride-tewas-di-cidahu-diduga-pingsan-saat-berkendara/
Dengan cara sederhana, Parid menyemai dan merawat bibit, lalu membagikannya kepada kelompok masyarakat. Bibit tersebut ditanam di lahan kritis dan titik rawan bencana, sebagai upaya memulihkan lingkungan.
Langkahnya sejalan dengan gerakan Penjaga Leuweung yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mendorong masyarakat menjadi garda terdepan dalam menjaga hutan.
Bagi Parid, ini bukan sekadar program, melainkan tanggung jawab bersama. Ia aktif mengedukasi kelompok tani agar sadar pentingnya menjaga alam demi keselamatan bersama.
Perubahan memang belum besar, namun mulai terasa. Lahan yang semula gundul perlahan menghijau, dan kesadaran warga pun tumbuh untuk ikut menjaga lingkungan.
Parid tak mengejar hasil instan. Ia percaya, pohon butuh waktu, dan manfaatnya akan dirasakan generasi mendatang.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/buka-tutup-tol-bocimi-seksi-iii-diberlakukan-polisi-minta-pengendara-disiplin-ikuti-jadwal/
“Mungkin saya tidak melihat hasilnya sekarang, tapi anak-anak nanti yang merasakan,” katanya.
Di tengah isu kerusakan lingkungan, langkah kecil Parid menjadi bukti perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana: menanam dan menjaga.
Sumber: Asep M’rhe
Redaktur: Rapik Utama







