Home / Peristiwa

Jumat, 20 Februari 2026 - 16:26 WIB

Bocah di Jampangkulon Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian

Keluarga korban anak di Jampangkulon Kabupaten Sukabumi meninggal dunia dengan luka lebam di tubuhnya, sebelumnya mendapatkan perawatan medis di RSUD Jampangkulon./ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Peristiwa meninggalnya seorang bocah laki-laki asal Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, menyisakan duka mendalam sekaligus perhatian publik. Korban diketahui meninggal dunia dengan sejumlah luka lebam di tubuhnya, sehingga aparat kepolisian melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan menyeluruh.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi, AKP Hartono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan hingga saat ini pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab kematian korban karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

“Hari ini dilakukan otopsi untuk memastikan dugaan yang berkembang. Kami masih menunggu hasil resmi dari tim forensik,” ujar AKP Hartono, Jumat (20/2/2026).

Sebelum meninggal dunia, korban sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Jampangkulon. Dalam beberapa rekaman video yang beredar di media sosial, tampak kondisi korban dengan luka lebam di bagian wajah, terutama sekitar mata, serta luka lain di bagian tubuh.

Pihak kepolisian menegaskan seluruh informasi yang beredar di ruang publik, termasuk video maupun narasi di media sosial, masih harus diverifikasi melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan ilmiah.

AKP Hartono menambahkan, jenazah korban telah dibawa ke wilayah Sukabumi untuk kepentingan pemeriksaan forensik lanjutan. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna melengkapi alat bukti.

Baca Juga : https://mediaaksara.id/imlek-di-vihara-widhi-sakti-sukabumi-ayep-zaki-targetkan-sukabumi-4-besar-kota-paling-toleran-nasional/

“Kami bekerja berdasarkan fakta medis dan hasil penyelidikan. Semua kemungkinan akan dikaji secara profesional,”tegasnya.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi atau kesimpulan sepihak yang belum terverifikasi. Narasi yang tidak berdasar dikhawatirkan dapat mengganggu proses hukum serta menambah beban psikologis keluarga korban.

Hingga kini, publik masih menanti hasil autopsi sebagai dasar penentuan langkah hukum selanjutnya. Aparat penegak hukum memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan menjunjung tinggi prinsip perlindungan anak.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Dua Rumah di Warungkiara Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Tungku

Peristiwa

Dua Pemuda Dibacok OTK Usai Nonton Hiburan HUT RI di Sukabumi, Satu Korban Dijahit 45 Jahitan

Peristiwa

LPG 3 Kg Dioplos ke Tabung 12 dan 50 Kg, Polres Sukabumi Ungkap Modus dan Kerugian Negara Rp49,7 Miliar

Peristiwa

Wisatawan Hilang Terseret Ombak di Pantai Karangnaya Sukabumi, Tim SAR Lakukan Pencarian

Peristiwa

Misteri Mayat Perempuan di Sungai Cicatih Terungkap, Keluarga Datang Bawa Kabar Mengejutkan

Peristiwa

Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Jembatan Cilubang Sukabumi, Diduga Bunuh Diri

Peristiwa

Kebakaran Lahan di Cikundul, BPBD dan Damkar Sukabumi Bergerak Cegah Api Meluas

Peristiwa

Kecelakaan Ketiga dalam Sepekan! Truk Boks Tabrak Tiang Telepon di Jampangkulon