Pelantikan Pengurus Forum Silaturahmi Kecamatan Sehat (FSKS) se-Kabupaten Sukabumi masa bakti 2025–2030 di gedung pendopo / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Pengurus Forum Silaturahmi Kecamatan Sehat (FSKS) se-Kabupaten Sukabumi masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di Pendopo Sukabumi, Kamis (24/9/2026).
Pelantikan FSKS oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS), yang melibatkan unsur kecamatan, Puskesmas, serta Ketua Tim Percepatan dan Pengendalian Pembangunan (TPPP) Kabupaten Sukabumi, Ojang Apandi.
Dalam kesempatan ini, Ojang kepada awak media menyatakan pentingnya keberadaan Forum Kecamatan Sehat sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan peningkatan derajat kesehatan.
Menurutnya, program kesehatan dan kebersihan tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan forum. Diperlukan koordinasi serta dukungan lintas sektor dari perangkat daerah dan instansi terkait.
”Harapan besar kami, hadirnya forum betul mampu menyadarkan masyarakat agar bersama menjaga lingkungan tetap bersih, sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat tercapai,” ujar Ojang.
Baca Juga :
Ia juga mengingatkan agar keberadaan Forum Kecamatan Sehat tidak hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan atau sertifikat.
”Saya tidak ingin forum ini hanya mengejar target juara atau sertifikat, tetapi konteks penyadaran masyarakat justru dilupakan. Piagam penghargaan dan sebagainya itu adalah hasil akhir. Yang harus diperkuat adalah proses di hulunya, sehingga hasil di hilirnya juga baik,” katanya.
Ojang menilai penguatan koordinasi antarlembaga menjadi salah satu kunci keberhasilan program Kabupaten/Kota Sehat. Sebab, persoalan kesehatan, kebersihan lingkungan, hingga kesejahteraan masyarakat berkaitan dengan berbagai sektor.
”Kalau hanya sekadar forum tanpa dukungan, saya kira tidak akan berhasil. Berbicara tentang derajat kesehatan dan kebersihan melibatkan seluruh sektor, sehingga dinas dan instansi terkait harus mendukung program-program ini,” jelasnya.
Baca Juga :
Website PWI Terkonsolidasi di 38 Daerah, Grand Launching 1 Oktober
Di sisi lain, persoalan dukungan anggaran menjadi perhatian dalam penguatan Forum Kecamatan Sehat. Ojang menyebut desa telah memiliki dukungan anggaran, sementara FSKS di tingkat kecamatan belum tersedia skema anggaran khusus yang dapat menopang kegiatan strategis.
Karena itu, TPPP Kabupaten Sukabumi mendorong Pemerintah Kabupaten Sukabumi mempertimbangkan penyediaan Dana Abadi FSKS di tingkat kecamatan.
”Kami mengusulkan Pemda Sukabumi, dalam hal ini melalui FSKS Kabupaten, mendorong agar di tingkat kecamatan segera ada Dana Abadi, minimal Rp50 juta. Dana tersebut dapat digunakan untuk melakukan langkah-langkah strategis sesuai dengan arah dan program Pemda Sukabumi,” ungkapnya.
Menurut Ojang, dukungan anggaran diharapkan memperkuat peran kecamatan sebagai penggerak berbagai program kesehatan dan pembangunan masyarakat di wilayahnya.
”Harapannya masyarakat Kabupaten Sukabumi semakin sehat, sejahtera dan cerdas,” pungkasnya.
Reporter: @Sr1
Redaktur: Rapik Utama







