Home / Sosial Ekonomi

Sabtu, 25 Januari 2025 - 15:49 WIB

Pagang, Perahu Tradisional Nelayan Geopark Ciletuh, Kokoh di Tengah Laut, Potensi Ekonomi di Darat

MEDIAAKSARA.ID – Perahu pagang menjadi salah satu alat utama bagi nelayan tradisional untuk menangkap ikan. Terbuat dari rangkaian puluhan bambu, perahu ini banyak terlihat terapung di kawasan pantai Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Salah satu pengrajin perahu pagang, Ojos, yang ditemui di lokasi pembuatan di Kampung Kokoncong, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, beberapa waktu kebelakang,Ia menjelaskan proses pembuatannya.

“Sebenarnya, proses pembuatan perahu pagang tergantung pada pesanan. Jika dikerjakan oleh dua orang ,satu tukang utama dan satu asisten , proses pengerjaan biasanya selesai dalam waktu tujuh hingga sepuluh hari,” ujar Ojos.

Proses Pembuatan Perahu Pagang di Kp. Kokoncong, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas
Proses Pembuatan Perahu Pagang di Kp. Kokoncong, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas

Namun, apabila dilakukan secara gotong-royong oleh lebih dari sepuluh orang, perahu pagang bisa selesai dalam waktu hanya tiga hari.

Untuk material membuat satu perahu pagang berukuran panjang 11 meter dan lebar 9 meter, dibutuhkan sekitar 150 batang bambu. Menurut Ojos, penggunaan bambu yang lebih banyak membuat perahu lebih kokoh dan tahan lama, terutama di tengah ombak besar.

“Kalau hanya menggunakan 100 bambu, memang bisa, tetapi hasilnya kurang kuat. Dengan 150 bambu, perahu lebih tahan lama dan tidak mudah rusak,” jelas Ojos dihadapan rekan pengrajin lainnya.

Biasanya, perahu pagang dapat bertahan hingga dua tahun. Namun, perawatan berkala seperti servis atau perbaikan akan memperpanjang umur pakainya. “Kalau servis total memang biayanya hampir seperti membuat baru, tetapi tetap lebih hemat,” tambahnya.

Berkenaan Biaya Pembuatan, Ojos menjelaskan bahwa biaya pembuatan perahu pagang lengkap dengan mesin besar siap pakai mencapai kurang lebih Rp 25 juta. Sementara itu, untuk rangka perahu saja, biayanya sekitar Rp10 juta. Ada juga opsi pembuatan berdasarkan borongan kerja, dengan upah pengerjaan sekitar Rp3,5 juta.

“Biasanya, saat musim panen ikan, harga perahu pagang bisa lebih mahal,” ungkap Ojos.

Untuk Potensi Pengrajin Lokal Di Desa Ciwaru, terdapat sekitar tiga lokasi pembuatan perahu pagang dengan sepuluh pengrajin utama. Pesanan tidak hanya datang dari wilayah Ciemas, tetapi juga dari daerah lain seperti Palabuhanratu.

“Alhamdulillah, setiap hari ada saja yang memesan atau membawa perahu untuk servis. Kami selalu menjaga kualitas dengan menggunakan bambu pilihan, seperti bambu gombong yang harganya Rp 25 ribu dan bambu hitam Rp22 ribu per batang. Bambu ini kami pesan khusus dari wilayah Jampang,” pungkas Ojos.

Saya bersama rekan-rekan menyakini.Bahwa potensi perahu pagang sebagai alat tangkap ikan tradisional, tidak hanya mendukung aktivitas nelayan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pengrajin di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

Reporter: W. Windu

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

1.406 Warga Dapat Bansos di Benteng Sukabumi, Tapi Distribusi Sampai Dini Har, Cek Fakta di Baliknya!

Sosial Ekonomi

Antusias Warga Bojonggenteng Donor Darah, Bukti Nyata Kepedulian Selamatkan Sesama

Sosial Ekonomi

Tragedi Tenda Biru Ujung Genteng: 3 Nyawa Melayang, Gelombang Duka dan Empati Mengalir

Sosial Ekonomi

Bukber Penuh Makna, Kapolsek Jampangkulon Bagikan Bingkisan Anggota Jelang Lebaran

Sosial Ekonomi

Hikmah di Balik Ramadan, PLN Sukabumi Hadir Ringankan Beban Korban Tanah Bergerak

Sosial Ekonomi

Penuh Hikmah! KNPI dan Karang Taruna Gunungguruh Santuni Yatim dan Dhuafa di Safari Ramadan

Sosial Ekonomi

Buka Puasa Bersama Pemuda Pancasila Sukabumi Diisi Aksi Sosial, Ayep Zaki Sebut Energi Anak Muda Kunci Kemajuan 

Sosial Ekonomi

Dari Program Gizi ke Aksi Sosial, MBG Sukabumi Renovasi Sekolah Rusak di Pabuaran