Audensi bahas isu jaminan sosial antara IPSM bersama Pemkab Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Audiensi Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Sukabumi bersama Wakil Bupati Sukabumi Andreas di Ruang Rapat Sekda, Palabuhanratu, Rabu (6/8/2025). Dalam pertemuan, IPSM menyampaikan sejumlah isu sosial, termasuk krisis jaminan kesehatan yang dialami warga miskin akibat BPJS tidak aktif.
Ketua IPSM Kabupaten Sukabumi, Imam Noerihamsyah, menuturkan banyak laporan dari lapangan menyebutkan warga terpaksa menggadaikan BPKB kendaraan demi membayar biaya rumah sakit.
“Ini ironis, karena jaminan sosial seharusnya menjadi penyangga utama masyarakat dalam kondisi darurat,” ujarnya.
Selain itu, Imam juga memaparkan IPSM tengah memperkuat kapasitas organisasi melalui studi banding ke sejumlah daerah. Ia mencontohkan Kabupaten Bogor yang telah memiliki lebih dari 4.000 anggota Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan program-program unggulan seperti tali asih serta penanganan cepat kasus sosial.
“IPSM Sukabumi menargetkan 3.000 anggota hingga tahun 2027. Jika tahun ini mencapai 1.000 anggota, kami berencana menggelar Apel Akbar pada Hari Kesetiakawanan Sosial,” tambah Imam.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Andres menyampaikan dukungannya terhadap penguatan PSM. Ia menekankan pentingnya semangat keikhlasan dalam kerja sosial dan mendorong gerakan kolektif untuk membangun dana gotong royong berbasis zakat, infak, dan sedekah.
“Kita tidak bisa selalu bergantung pada anggaran. Gerakan sosial harus menyentuh hati dan dibangun dengan kepedulian bersama,” tegasnya.
Audiensi turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala BPKAD, Sekretaris Bappelitbangda, Dinas Sosial, dan Bagian Kesra Setda Kabupaten Sukabumi.
Sumber: Dokpim Kab. Sukabumi
Redaktur: Rapik Utama







