Diplomasi Budaya Indonesia melalui drama Sangkuriang oleh Mahasiswa BIPA Nusa Putra Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Mahasiswa program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Language Center Universitas Nusa Putra menggelar pertunjukan drama berjudul “Sangkuriang” di Auditorium Universitas Nusa Putra, sebagai puncak pembelajaran Bahasa Indonesia selama satu semester.
Pergelaran ini menjadi media diplomasi budaya yang memperkenalkan nilai-nilai luhur Indonesia kepada penutur asing. Mahasiswa internasional dari 15 negara, termasuk Myanmar, Tanzania, Timor Leste, Sudan, Rusia, Irak, Gambia, Guinea, Maroko, Angola, Burundi, Mesir, Pakistan, dan Yordania turut terlibat aktif dalam pementasan yang mengangkat legenda klasik Nusantara tersebut.
Tak hanya melatih kemampuan berbahasa Indonesia, drama juga menjadi sarana bagi para peserta memahami konteks budaya, karakter, serta kearifan lokal masyarakat Indonesia.
Kegiatan digagas oleh Viranie Dwi Monikawatie, dosen pengampu BIPA Universitas Nusa Putra. Alumni Magister Pendidikan Bahasa Indonesia UPI tahun 2019 ini dikenal aktif mengintegrasikan seni dalam pengajaran bahasa. Ia juga memiliki pengalaman mengajar di berbagai negara, seperti Thailand (Thammasat Wittaya School, 2017), Jepang (Genki Gakuen School, 2016), dan Finlandia (daring bersama KBRI Helsinki, 2022).
Pergelaran drama juga menjadi bagian dari ISA International Bazaar, ajang perdana pertukaran budaya mahasiswa asing yang diselenggarakan oleh International Student Association (ISA) Nusa Putra.
“Lebih dari sekadar pertunjukan seni, kegiatan merupakan langkah strategis menjalankan misi diplomasi Bahasa Indonesia melalui budaya,” ungkap Viranie Alumni Magister Pendidikan Bahasa Indonesia UPI.
Menurutnya, melalui seni pertunjukan, bahasa Indonesia dapat dikenalkan sebagai lebih dari sekadar alat komunikasi, namun sebagai pintu gerbang menuju pemahaman mendalam terhadap jati diri bangsa.
“Diharapkan kegiatan seperti ini berlangsung rutin setiap tahun, dan menginspirasi kampus-kampus lain di Sukabumi maupun Indonesia untuk mengembangkan program BIPA dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi,” harapnya dalam rilis kepada MediaAksara, Sabtu (14/6/2025).
Sumber : Sajiwa
Redaktur: Rapik Utama







