Home / Kabar Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Praga Pesona Resmi Dikukuhkan di Sukabumi, Fokus Kawal Petani Wujudkan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial ‎

Musyawarah pengukuhan Praga Pesona di Desa Undrus Binangun, Kecamatan Kadudampit Kadudampit, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa 

‎KADUDAMPIT, MEDIAAKSARA.ID – Perkumpulan Relawan Agraria dan Perhutanan Sosial Nasional (Praga Pesona) resmi dikukuhkan melalui rapat musyawarah sekaligus pemilihan pengurus secara demokratis di lingkungan internal organisasi.

‎Kegiatan berlangsung di Saung Pembibitan Tanaman Buah-Buahan, Desa Undrus Binangun, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/10/2026).

‎Pengukuhan ini menjadi bagian dari tahapan pembentukan kepengurusan Praga Pesona yang disebut telah disesuaikan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

‎Pendiri sekaligus Pembina Praga Pesona, Acep Sholahuddin atau yang akrab disapa Abah, mengatakan organisasi dibentuk untuk meneruskan perjuangan sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam isu agraria dan perhutanan sosial.

‎Menurutnya, keberadaan Praga Pesona diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperoleh pendampingan dalam memahami dan memperjuangkan kepentingan mereka di bidang agraria sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Baca Juga : ‎

Keterbatasan Bukan Penghalang Berkarya, Camat Caringin Dorong Potensi Seni Aye dan Salas ‎

‎Hal tersebut juga menjadi bagian dari komitmen yang disepakati para anggota dalam musyawarah organisasi.

‎Secara harfiah, Praga Pesona merupakan singkatan dari Perkumpulan Relawan Agraria dan Perhutanan Sosial Nasional. Organisasi ini membawa fokus pada pendampingan masyarakat, khususnya petani, dalam pengelolaan lahan melalui program reforma agraria dan perhutanan sosial.

‎Dalam kesempatan tersebut, Ngadi Utomo, terpilih sebagai Ketua Umum Praga Pesona.

‎Ngadi mengatakan, pembentukan Praga Pesona berangkat dari perhatian terhadap berbagai persoalan agraria dan kondisi pertanahan di Indonesia. Organisasi tersebut, kata dia, diharapkan dapat memberikan dukungan dan pendampingan kepada masyarakat sesuai hak dan ketentuan hukum yang berlaku.

‎”Praga Pesona lahir dari suatu panggilan ketika kita melihat situasi dan kondisi pertanahan yang ada di Indonesia. Ini perlu segera kita wujudkan dalam arti memberikan dukungan kepada masyarakat. Bagi masyarakat yang mempunyai hak-haknya, akan kita bantu nantinya,” ujar Ngadi.


‎Baca Juga : ‎

HUT ke-81 TNI, Camat Jampangkulon Beri Kejutan untuk Koramil 2213 ‎

‎Ia menjelaskan, Praga Pesona dibentuk sebagai organisasi di tingkat pusat dan telah memperoleh legalitas administrasi organisasi sesuai yang disampaikan dalam kegiatan pengukuhan.

‎”Praga Pesona merupakan Perkumpulan Relawan Agraria dan Perhutanan Sosial Nasional. Ini kita bentuk sebagai Dewan Pusat dan kita dirikan pada bulan Juni. Alhamdulillah, Praga Pesona sendiri sudah mendapatkan SK dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dan sudah ada AHU-nya,” katanya.

‎Terkait hubungan kerja dengan pemerintah, khususnya kementerian yang menangani urusan agraria dan kehutanan, Ngadi menyebut keduanya memiliki keterkaitan dalam pelaksanaan program yang bersentuhan dengan persoalan pertanahan dan kawasan hutan.

‎”Kalau kita bicara agraria, memang menyangkut pertanahan. Sedangkan di dalam kehutanan sendiri juga ada aspek pertanahannya. Jadi tugas-tugas antara Kementerian ATR dan Kementerian Kehutanan merupakan relasi yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

‎‎Sementara itu, Sekretaris Jenderal Praga Pesona, Yosep Rodibillah, mengatakan organisasi akan memfokuskan kegiatan pada pendampingan masyarakat dalam program reforma agraria dan perhutanan sosial.


‎Baca Juga : ‎

HUT TNI ke-81, PWI Kabupaten Sukabumi Dorong Sinergi Pers dan TNI Perkuat Ketahanan Informasi ‎

‎Menurut Yosep, tujuan utama organisasi adalah mendorong terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera, berkeadilan, dan berkelanjutan melalui program reforma agraria serta perhutanan sosial.

‎”Hanya satu tujuan, maksud dan tujuan didirikannya Perkumpulan Relawan Agraria dan Perhutanan Sosial, yaitu terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera, berkeadilan, berkelanjutan melalui reforma agraria dan perhutanan sosial,” ucap Yosep.

‎‎Ia menambahkan, program Praga Pesona akan diarahkan pada pendampingan masyarakat dalam pelaksanaan reforma agraria dan perhutanan sosial, termasuk membangun koordinasi dengan pemerintah di tingkat kabupaten maupun provinsi.

‎‎”Programnya kita fokus di pendampingan perhutanan sosial dan reforma agraria. Tentunya nanti kita bekerja sama dengan gugus tugas reforma agraria (GTRA) , baik di kabupaten maupun di tingkat wilayah provinsi,” jelasnya.

‎Yosep juga menyebut pihaknya akan memberikan pendampingan kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan yang membutuhkan akses terhadap lahan untuk kegiatan pertanian melalui skema program pemerintah, termasuk program Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK), sesuai ketentuan yang berlaku.

‎”Kita fokus dengan program pemerintah melalui kawasan hutan dengan pengelolaan khusus. Bagaimana masyarakat di sekitar hutan yang tidak mempunyai lahan untuk bertani atau bercocok tanam bisa mendapatkan pendampingan melalui program tersebut,” katanya.

‎

‎Sumber : @L3n

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Keterbatasan Bukan Penghalang Berkarya, Camat Caringin Dorong Potensi Seni Aye dan Salas ‎

Kabar Daerah

HUT ke-81 TNI, Camat Jampangkulon Beri Kejutan untuk Koramil 2213 ‎

Kabar Daerah

HUT TNI ke-81, PWI Kabupaten Sukabumi Dorong Sinergi Pers dan TNI Perkuat Ketahanan Informasi ‎

Kabar Daerah

27 Warga Desa Cikujang Sukabumi Alami Diare, Puskesmas Gunungguruh Lakukan Tindakan Kesehatan ‎

Kabar Daerah

Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam: Menjaga Warisan Leluhur di Tengah Perubahan Zaman

Kabar Daerah

Polisi Cibadak Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Profesor di Sukabumi yang Kabur ke Makassar

Kabar Daerah

Petani Bagja Sutra Sukabumi Minta Rencana Pembangunan Batalyon di Lahan Garapan Dikaji Ulang ‎

Kabar Daerah

‎Judi Online: Pemain Diburu, Pembeking Dicari? Laskar Fiisabilillah Tantang Pemkot Sukabumi