Hujan es dan angin puting beliung merusak bangunan SMPN 2 Cicurug, Sukabumi. Sebanyak 10 ruang kelas dan sejumlah fasilitas sekolah terdampak, Rabu (30/9/2026) / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Hujan deras disertai angin kencang diduga puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/9/2026) siang. Cuaca ekstrem menyebabkan sejumlah fasilitas di SMPN 2 Cicurug mengalami kerusakan.
Informasi awal Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, membenarkan peristiwa berdasarkan laporan sementara dari pihak sekolah.
Menurut Deden, hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 13.40 WIB. Selain angin kencang, pihak sekolah juga melaporkan adanya hujan es.
”Informasi awal dari kepala sekolah, siang tadi terjadi hujan es disertai angin puting beliung,” kata Deden saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.
Deden memastikan tidak ada korban dalam peristiwa. Saat kejadian, kegiatan belajar mengajar yang diikuti ratusan siswa telah selesai. Namun, sejumlah guru dan kepala sekolah masih berada di lingkungan sekolah untuk melaksanakan kegiatan.
Baca Juga :
Perhutani KPH Sukabumi Dukung Penelitian Lapangan PPTPKH di Empat Kecamatan, Soroti Hal Ini!
Berdasarkan perkembangan informasi dari Kepala SMPN 2 Cicurug, N. Emalia, kerusakan yang terjadi ternyata mencakup sejumlah fasilitas sekolah.
Sedikitnya 10 ruang kelas mengalami kebocoran pada bagian atap. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada ruang BP dan UKS, ruang OSIS, dua laboratorium komputer, laboratorium IPA, mushola, sanggar, serta toilet siswa.
”Fasilitas bangunan yang rusak, di antaranya 10 ruang kelas gentengnya bocor, satu ruang BP dan UKS, satu ruang OSIS, dua lab komputer tersingkap sebagian atapnya, satu lab IPA plafonnya patah dan bocor,” jelas N. Emalia.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada mushola sekolah. Bagian atap bangunan mengalami kerusakan sekitar 75 persen. Sementara bangunan sanggar mengalami kebocoran pada bagian atap dan satu unit WC siswa mengalami kerusakan karena atapnya terangkat.
Kondisi bagian atap masjid juga dilaporkan mengalami kebocoran cukup parah akibat diterjang cuaca ekstrem.
Baca Juga :
Kebakaran Pasar Surade Sukabumi, 10 Kios Terdampak dan Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
N. Emalia memastikan keselamatan siswa sekaligus memberikan waktu bagi pihak sekolah melakukan pengecekan kondisi bangunan, kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Kamis dan Jumat, 1–2 Oktober 2026, sementara dilaksanakan dari rumah.
”Meski siswa belajar dari rumah, para guru tetap masuk ke sekolah untuk melakukan pengecekan ulang terhadap kondisi ruang kelas dan fasilitas yang menjadi tanggung jawab masing-masing” tambahnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi sejumlah bangunan yang terdampak. Pihak sekolah berharap proses penanganan dan perbaikan dapat segera dilakukan sehingga kegiatan belajar mengajar secara normal dapat kembali berlangsung pada Senin.
”Harapannya segera dilakukan perbaikan untuk pelaksanaan KBM di hari Senin,” ujar N. Emalia.
Baca Juga :
Jeriken Pertalite Terbakar di SPBU Ciparay Sukabumi, Api Dipadamkan Hitungan Menit
Masih kata N. Emalia, saat kejadian, sebagian besar siswa sudah menyelesaikan kegiatan pembelajaran. Para siswa kemudian melanjutkan aktivitas di rumah setelah melaksanakan salat Zuhur dan menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, masih ada siswa yang masih berada di lingkungan sekolah merupakan peserta kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya Paskibra, basket, bulu tangkis, dan seni tari.
Pihak sekolah memastikan tidak ada siswa yang mengalami luka fisik akibat kejadian. Setelah hujan mereda, para siswa segera dipulangkan dan dijemput oleh wali masing-masing.
Menurut pihak sekolah, guru juga berupaya menenangkan kondisi psikologis siswa setelah peristiwa tersebut sehingga situasi di lingkungan sekolah tetap terkendali.
Dengan melihat cukup banyaknya fasilitas yang terdampak, pihak sekolah berharap pemerintah dan Dinas Pendidikan dapat melakukan penanganan serta perbaikan secepatnya. Percepatan diperlukan agar ruang belajar yang mengalami kerusakan dapat kembali aman dan layak digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan.
Reporter : Sr1
Redaktur: Rapik Utama







