Poster Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi membantah isu keretakan hubungan kerja Kadis Deden Sumpena dan Sekdis Herdiawan Waryadi yang beredar di media sosial / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Polemik antara penggiat media sosial Jonimar dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menjadi perhatian publik setelah beredarnya informasi yang kemudian disampaikan melalui media sosial.
Dalam perkembangan selanjutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dalam account resminya pada Minggu (27/9/2026) memberikan klarifikasi dan menyebut informasi yang beredar tidak benar. Sementara itu, Jonimar menyampaikan permohonan maaf atas unggahan yang dibuatnya serta mengakui bahwa informasi tersebut masih sebatas rumor.
”Saya Jonimar terutama memohon maaf sebesar-besarnya karena membuat gempar perihal rumor dan postingan saya di Facebook. Akun Jonimar mengiring narasi yang lumayan keras, namun ini hanya rumor belaka,” ujar Jonimar dalam keterangan pada Senin (28/9/2026).
Baca Juga :
HGU Tamat, Drama Tanah Belum Tamat: SPI Soroti Penguasaan Eks Perkebunan Bumiloka Swakarya Sukabumi
Jonimar juga mengatakan dirinya tidak bermaksud menuduh maupun menyudutkan pihak tertentu. Ia menyebut unggahan telah dihapus dan persoalan sebelumnya telah diupayakan untuk diselesaikan melalui komunikasi serta klarifikasi yang ditengahi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan.
Di sisi lain, muncul imbauan agar informasi yang masih berupa rumor atau isu yang belum terverifikasi tidak langsung dipublikasikan. Hal tersebut dinilai penting, khususnya bagi pihak yang membawa identitas konten kreator atau profesi jurnalistik.
Pimpinan Redaksi Beritau Sukabumi turut mengingatkan Jonimar akan pentingnya melakukan verifikasi sebelum menyampaikan informasi kepada publik.
”Ke depan kalau akang merasa seorang jurnalis, kalau dapat rumor, isu atau apa pun yang belum tervalidasi, apalagi memenuhi unsur kaidah jurnalistik, baiknya jangan dulu main posting,” demikian pesannya.
Baca Juga :
DPU Sukabumi Pasca Bencana Usul 4 Proyek ke KSP, Anggaran Tembus Rp7 Miliar
Jonimar menyatakan polemik tersebut menjadi pembelajaran bagi dirinya. Ia berharap pihak-pihak terkait dapat dipertemukan agar persoalan dapat dibicarakan secara terbuka dan tidak berkembang menjadi spekulasi maupun saling tuding di media sosial.
”Saya tidak menganggap di posisi benar dan salah. Namun ingin menjelaskan perihal ini yang ditengahi oleh Sekdis Pendidikan agar menghapus postingan dan saya pun sudah meminta maaf perihal postingan tersebut,” ujarnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa informasi yang belum terverifikasi sebaiknya tidak langsung disebarluaskan. Verifikasi, konfirmasi kepada pihak terkait, serta pemberian ruang klarifikasi menjadi bagian penting untuk mencegah kesalahpahaman dan menjaga kepercayaan publik terhadap informasi yang beredar.
Reporter : Sr1
Redaktur: Rapik Utama







