Pengelola Santa Sea kota Sukabumi meminta maaf terkait kegaduhan yang dilaksanakan event organizer (EO) / Foto: MediaAksara
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Manajemen Santa Sea Sukabumi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait kegaduhan yang muncul setelah sebuah acara digelar di kawasan wisata. Pihak manajemen menyebut kejadian itu menjadi bahan evaluasi untuk memperketat pengawasan terhadap kegiatan yang berlangsung di venue Santa Sea.
Asisten Direktur Santa Sea Kota Sukabumi, Azwar Haekal, menjelaskan acara diselenggarakan oleh event organizer (EO), sementara Santa Sea berperan sebagai penyedia tempat.
”Untuk event kemarin, sebenarnya yang mengadakan atau menjadi penyelenggaranya adalah EO. Santa Sea memfasilitasi sebagai penyedia venue,” ujar Azwar saat ditemui di kantornya, Rabu (23/9/2026).
Menurut Azwar, Santa Sea selama ini berupaya menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, termasuk melalui kegiatan musik. Namun, setiap kegiatan dinilai tetap perlu memperhatikan norma sosial dan kondisi masyarakat sekitar.
Ia mengakui terdapat penampilan dancer yang membuat pihak manajemen terkejut, terutama dari sisi pakaian yang dikenakan.
Baca Juga :
Siswi SD di Ciracap Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Polisi Dalami Laporan Keluarga
”Memang ketika kita menyewakan venue, otomatis kita juga ada di depan. Tetapi ketika penampilan salah satu dancer dengan pakaian seperti itu, kami agak kaget. Mudah-mudahan ke depannya tidak terjadi lagi,” katanya.
Azwar menyampaikan permohonan maaf kepada warga sekitar, masyarakat, alim ulama, serta institusi terkait. Pihak Santa Sea juga mengaku telah berkomunikasi dengan masyarakat setelah acara berlangsung.
”Kami secara pribadi memohon maaf kepada warga sekitar, masyarakat, alim ulama dan institusi terkait. Acara kemarin menjadi evaluasi untuk Santa Sea ke depannya, baik dari segi acara, seleksi, maupun pengaturan dalam kegiatan,” ujarnya.
Evaluasi tersebut, lanjut Azwar, mencakup konsep kegiatan, pemilihan talent hingga pengaturan acara. Santa Sea juga akan mempertimbangkan masukan masyarakat dalam menentukan kegiatan yang dapat digelar di lokasi yang terkenal miliki wahana kolam renang.
”Terkait acara yang akan diadakan di Santa Sea, kalau bisa jangan yang aneh-aneh, dalam artian harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku,” tuturnya.
Baca Juga :
Balita Terluka dalam Kebakaran di Jampangkulon, Warga Gotong Royong Bangun Kembali Rumah Korban
Azwar menilai komunikasi dengan masyarakat penting untuk menjaga hubungan antara pengelola tempat usaha dan lingkungan sekitar.
”Saya merasa terbantu dengan adanya warga sebagai penyeimbang untuk mengingatkan seperti itu,” katanya.
Ia berharap penyelenggara maupun pengelola venue ke depan lebih memperhatikan dampak kegiatan terhadap masyarakat sekitar.
”Imbauannya, kita harus menghormati dan menghargai masyarakat di sekitar kita,” pungkasnya.
Santa Sea berharap evaluasi menjadi langkah perbaikan agar kegiatan hiburan dan kreativitas tetap dapat berlangsung, namun tetap memperhatikan norma sosial, kenyamanan warga dan ketertiban lingkungan.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama







