Dua warga Bandung Kidul laporan di Polsek Cibadak diduga tertipu lowongan kerja lewat Facebook. Korban mencermati rekaman CCTV usai dibawa pelaku ke wilayah Cikembar Sukabumi, keduanya malah ditinggalkan di perumahan terbengkalai dan HP korban dibawa kabur / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Modus penipuan dengan iming-iming lowongan pekerjaan melalui media sosial diduga kembali menimpa warga. Dua warga Bandung, Asep (56) dan Oding (61), mengaku menjadi korban setelah berkenalan dengan seorang pria yang menawarkan pekerjaan melalui media sosial dikolom komentar Facebook.
Keduanya kemudian diarahkan datang ke Sukabumi dengan janji akan mendapatkan pekerjaan. Namun, setibanya di wilayah Sukabumi, mereka justru ditinggalkan di kawasan perumahan yang terbengkalai. Salah satu telepon seluler milik korban juga dibawa oleh pria yang mereka kenal melalui media sosial tersebut.
Asep, warga Kampung Bojong RT 04/ RW 12, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, menceritakan kejadian mengenaskan saat berada di Polsek Cibadak, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Asep, dirinya mengenal pria yang mengaku bernama Amran, berusia sekitar 30 tahun, melalui media sosial Facebook. Perkenalan itu terjadi di antara komentar pada sebuah unggahan yang memuat informasi lowongan pekerjaan.
Baca Juga :
PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Amran kemudian mengajak Asep dan Oding untuk datang ke Sukabumi. Asep mengaku mendapat informasi mengenai perjalanan secara rinci dari pria tersebut.
”Pelaku menyuruh saya datang ke Sukabumi dengan memberikan informasi secara rinci. Sekitar jam 06.00 WIB saya berangkat dari Bandung, sampai di terminal sekitar jam 10.30 WIB,” ujar Asep.
Setelah tiba di Terminal Sukabumi, Asep bersama Oding melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum menuju kawasan pertigaan Simpang Ratu, Cibadak.
Di lokasi tersebut, mereka mengaku melihat pria yang sebelumnya berkomunikasi dengan mereka melalui Facebook. Pria itu kemudian mengajak keduanya berkeliling hingga kawasan industri Cikembar.
Baca Juga :
Perjalanan selanjutnya berakhir di sebuah kawasan perumahan yang disebut korban sebagai perumahan Gunung Karang, yang kondisinya tidak terbangun dan terbengkalai.
Di lokasi tersebut, korban mengaku belum menaruh kecurigaan. Pria itu bahkan meminta Asep turun ke bagian bawah kawasan perumahan.
”Pertama saya disuruh turun ke bawah sendirian. Dia pinjam HP saya untuk memvideokan perumahan terbengkalai tersebut dari atas. Setelah itu, teman saya juga disuruh nyusul ke bawah untuk divideo oleh pelaku,” tutur Asep.
Keduanya kemudian mengikuti permintaan Amran. Namun, setelah berada di bagian bawah, pria yang mereka kenal diduga langsung meninggalkan lokasi.
Baca Juga :
Asep dan Oding akhirnya menyadari bahwa mereka telah ditinggalkan di kawasan perumahan terbengkalai. Selain itu, telepon seluler milik Asep juga tidak berada di tangannya.
HP Vivo Y3 warna hijau milik Asep dibawa oleh pria tersebut. Korban memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp3 juta.
Saat berada di Polsek Cibadak, Asep juga sempat memperhatikan rekaman CCTV untuk membantu mengidentifikasi pria yang diduga membawanya ke lokasi.
Baca Juga :
Berdasarkan keterangan korban, pria yang mengaku bernama Amran itu memiliki ciri-ciri tubuh tinggi dan kurus, kulit sawo matang, serta terdapat benjolan kecil di bagian kanan hidung. Saat kejadian, pria mengenakan kemeja lengan pendek berwarna cokelat muda dan celana jeans abu-abu. Ia juga menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna putih.
Asep dan Oding kemudian melaporkan kejadian yang mereka alami ke Polsek Cibadak, Sabtu (29/8/2026).
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih mendalami laporan pengaduan. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai status hukum maupun identitas terduga pelaku.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan melalui media sosial, khususnya apabila pihak yang menawarkan pekerjaan meminta calon pekerja datang ke lokasi tertentu tanpa kejelasan identitas perusahaan maupun alamat tempat kerja.
Sumber: @Rt
Redaktur: Rapik Utama







