Home / Peristiwa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:57 WIB

Krisis Air Perparah Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, HILMI FPI Bersama Tim Gabungan Berjibaku Selamatkan Leuit Berisi Padi Usai Seren Taun

Warga bersama relawan HILMI FPI berjibaku memadamkan api menggunakan alat seadanya di area leuit (lumbung padi) di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi Cisolok, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa

SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, RT 05 dan RT 07/RW 02, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026). Musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun berdasarkan keterangan Dandim 0622 sekitar 70 kepala keluarga atau 420 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada bangunan MCK umum sekitar pukul 14.00 WIB. Api dengan cepat merembet ke rumah-rumah panggung berbahan kayu yang menjadi ciri khas permukiman adat Kasepuhan Banten Kidul.


Proses pemadaman melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Masyarakat serta berbagai relawan kemanusiaan. Namun, upaya pemadaman terkendala krisis air di tengah musim kemarau dan akses jalan menuju lokasi yang cukup sulit. Mobil pemadam bahkan harus berulang kali mencari sumber air untuk mengisi tangki.

Tumpukan padi yang berhasil diselamatkan dari kobaran api di leuit (lumbung padi) Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi Cisolok, Kabupaten Sukabumi dijaga anggota TNI / Foto: Istimewa
Tumpukan padi yang berhasil diselamatkan dari kobaran api di leuit (lumbung padi) Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi Cisolok, Kabupaten Sukabumi dijaga anggota TNI / Foto: Istimewa

Relawan Hilal Merah Indonesia Front Persaudaraan Islam (HILMI FPI) Kabupaten Sukabumi, Abdillah, kepada MediaAksara mengatakan sekitar 10 relawan HILMI FPI bersama DPC FPI Cisolok turut membantu memadamkan api bersama warga, aparat gabungan dan petugas pemadam. Menurutnya, keterbatasan pasokan air membuat kobaran api sulit dikendalikan.

“Kami bersama warga memadamkan api dengan air seadanya. Mobil damkar juga harus bolak-balik mencari sumber air karena persediaan sangat terbatas,” ujarnya melalui sambungan seluler.


Selain menghanguskan permukiman, kebakaran juga membakar puluhan leuit (lumbung padi) milik warga adat. Bara api yang disertai embusan angin membuat tumpukan padi sulit dipadamkan, meski sebagian hasil panen masih berhasil diselamatkan.

Saat ini, warga terdampak sementara mengungsi di rumah kerabat dan tetangga. Relawan FPI juga tengah berkoordinasi untuk membuka dapur umum serta penggalangan bantuan berupa makanan siap saji, pakaian, dan kebutuhan pokok bagi para korban.

 

Reporter: De

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa BEM Nusantara Jabar Gelar Aksi di Sukabumi

Peristiwa

Remaja Asal Sukabumi Diduga Jadi Korban TPPO di Bekasi, Polisi Lakukan Penyelidikan ‎

Peristiwa

Damkar Evakuasi Pria 53 Tahun yang Terjatuh ke Sumur di Sukabumi, Korban Selamat

Peristiwa

Kebakaran Lahan Dekat Warga Cibolang Sukabumi, Damkar Padamkan Api di Kebun Bambu dan Ilalang 

Peristiwa

Angkot Terbakar di Cisaat Sukabumi, Pemilik Alami Luka Bakar Usai Terdengar Ledakan

Peristiwa

Satreskrim Polres Sukabumi Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita di Perkebunan Jati Ciemas ‎

Peristiwa

‎Sapi Warga Tegalbuleud Jatuh ke Sumur Tua, Evakuasi Damkar Berlangsung Hampir Dua Jam

Peristiwa

Tabrakan Dua Truk di Parungkuda Sukabumi, Tiga Orang Luka  ‎