Relawan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), Egi Sonia bersama Keluarga korban kekerasan seksual terhadap anak di Pos Pengaduan Lembur Pakuan, Kabupaten Subang Jawa Barat / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Relawan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), Egi Sonia, bersama PWI Peduli Kabupaten Sukabumi, mendampingi orang tua korban dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur untuk melapor ke Pos Pengaduan Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Jumat (26/12/2025). Pendampingan dilakukan guna meminta pendampingan hukum program Jabar Istimewa agar kasus segera ditangani secara serius dan berkeadilan.
Egi Sonia menegaskan, pendampingan merupakan bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak serta upaya mempercepat penanganan kasus kekerasan seksual yang dinilai masih tinggi di Kabupaten Sukabumi.
“Hari ini saya mendampingi keluarga korban kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ke Pos Pengaduan Lembur Pakuan, kediaman Pak Gubernur Kang Dedi Mulyadi, untuk mencari keadilan melalui pendampingan hukum Jabar Istimewa,” ujar Egi kepada awak media.
Menurut Egi, langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan warga sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap aparat negara dalam menangani kasus-kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data DP3A Kabupaten Sukabumi, sepanjang tahun 2025 tercatat 219 laporan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Angka tersebut diyakini bisa lebih besar karena dimungkinkan masih ada korban atau keluarga yang belum berani melapor secara resmi.
“Persoalan moral ini harus disikapi secara serius. Jangan sampai kelak Sukabumi dipandang sebagai daerah dengan angka kekerasan seksual anak dan perempuan yang tinggi. Pemerintah harus bergerak cepat,” tegasnya.
Egi juga menyampaikan apresiasi kepada tim staf KDM di Lembur Pakuan yang telah menerima keluarga korban dengan baik serta merespons laporan warga Sukabumi secara cepat.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tim KDM di Lembur Pakuan atas penerimaan dan respons cepatnya. Kami diberi jalan bahwa kasus ini akan segera ditindaklanjuti,” ucap Egi.

Sementara itu, YM, ibu dari korban, didampingi Suami mengaku puas atas pelayanan yang diberikan tim Pos Pengaduan Lembur Pakuan. Ia menjelaskan pihak tim KDM telah menanyakan kronologis kejadian, identitas keluarga, serta memeriksa kelengkapan administrasi seperti KTP dan surat laporan kepolisian.
“Kami diminta menyerahkan administrasi kependudukan dan surat pengaduan ke polisi. Tim menyampaikan siap membantu dan akan segera menghubungi kami,” ungkap YM.
Ia berharap kasus yang menimpa anaknya dapat segera diselesaikan dan terduga pelaku secepatnya bisa diproses hukum
” Saya ingin terduga pelaku bisa secepatnya diadili,” helasnya.
Selain itu, YM mengapresiasi kinerja kemanusiaan dari tim KDM yang telah mengakomodir keinginan mencari keadilan atas kasus yang menimpa keluarganya.
“Alhamdulillah, kami cukup puas dengan pelayanan Pos Pengaduan Pak KDM. Terima kasih kepada relawan KDM dan semua pihak yang telah membantu kami hingga sampai ke Lembur Pakuan,” ucapnya.
Sebagai informasi, Pos Pengaduan Lembur Pakuan merupakan inisiatif Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi. Pos ini dibuka di kediamannya di Lembur Pakuan, Subang, untuk menerima aduan masyarakat Jawa Barat terkait pendidikan, kesehatan, hingga bantuan hukum.
Pelayanan dibuka setiap hari kerja, Senin hingga Jumat, dan seluruh operasionalnya menggunakan anggaran pribadi KDM. Aduan warga yang masuk akan diintegrasikan dengan Balai Pananggeuhan Gedung Sate guna mempercepat respons pemerintah serta menghindari tumpang tindih data laporan.
Redaktur: Rapik Utama







